Multimedia, Berani Pake Open Source?

13 September 11

Seperti biasa saya sering mencari satu atau dua arti kata pada judul artikel saya. Kali ini kata multimedia yang akan saya perjelas artinya, multimedia adalah penggunaan komputer untuk menyajikan dan menggabungkan teks, suara, gambar, animasi dan video dengan alat bantu (tool) dan koneksi (link) sehingga pengguna dapat melakukan navigasi, berinteraksi, berkarya dan berkomunikasi. Multimedia sering digunakan dalam dunia hiburan. Selain dari dunia hiburan, Multimedia juga diadopsi oleh dunia game (Wikipedia).

Ok, kita lanjut dengan sedikit cerita. Kemaren (11/09/2011) saya menyempatkan diri untuk menghadiri acara pernikahan teman di Jepara al hasil bertemulah dengan teman-teman seangkatan yang sekarang sudah banyak yang menjadi pengajar di SD, SMP, SMA maupun SMK. Nah sampailah kita sharing masalah jurusan multimedia di SMK. Pada saat itu pula pikiran saya langsung melayang software bajakan. Saya langsung menebak pasti mereka pake Corel Draw untuk menggambar, pake Photoshop untuk olah gambar dan pake Adobe Flash untuk membuat animasi, dan satu lagi tebakan saya yaitu pasti pake software illegal.

Persis, semua tebakan itu tepat. Tidak heran, karena memang kesesatan kita terhadap penggunaan software-software multimedia tersebut secara illegal sudah menjadi seakan-akan “halal” alias legal. Sebelum terlanjur hendaknya SMK menjadi ujung tombak dan menjadi pioner untuk menggunakan software multimedia yang legal, dan yang murah ya Open Source. Sebagai contoh menggunakan Inkscape untuk pengganti Corel Draw untuk vektor, menggunakan GIMP untuk pengganti Adobe Photoshop dan QFlah atau Synfig Studio sebagai pengganti Adobe Flash. Dalam hal ini memang saya hanya “omdo” karena ketergantungan saya memakai software “bajakan” belum bisa dihilangkan hanya karena keterbiasaan yang sudah menahun.

Praduga saya, asalkan pengenalan software open source tersebut dilakukan sejak dini maka para siswa SMK ini akan menjadi terbiasa dan tak akan teracuni kebiasaan menggunakan software multimedia yang bajakan. Saya ucapkan salut dan terima kasih kepada teman saya Abdul Ro’uf yang secara jantan mengakui kesesatan ini, berani jadi pioner?

2 Balasan ke “Multimedia, Berani Pake Open Source?”

  1. dimas mengatakan:

    Kenapa harus open source?apa cuma gara2 legalitas aja? Penjelasan soal keunggulan open source dong,,kalo ada info share ya ^^

    • rochsid tehape mengatakan:

      tidak harus open source, tapi hanya mencoba memakai software yang legal. Pake windows atau mac boleh2 saja tapi usahakan yg legal.
      Kalo keunggulan open source menurut saya ya cuman murah saja…

Tinggalkan Balasan