duritajam.web.id.“The cornerstone of usability design is to think like a user. Approach your blog design as if you are a reader rather than a designer and ask yourself questions like, what are you trying to accomplish on the site? What information is important to you? What information is irrelevant?” begitulah bunyi kalimat di halaman 37 buku “HOW TO BE AROCKSTAR WordPress Designer” by Collis Ta’eed & Harley AlexanderThis. Jika saya tidak salah menafsirkan begini artinya : ” Kegunaan cornerstone (entah apa dalam bahasa Indonesis, mungkin batu penjuru
) dari desain adalah untuk berpikir seperti seorang pengguna. Pendekatan desain blog Anda seolah-olah Anda adalah pembaca daripada seorang desainer dan tanyakan pada diri Anda pertanyaan-pertanyaan seperti, apa yang Anda ingin dicapai di situs? Informasi apa yang penting bagi Anda? Informasi apa tidak relevan?. Jadi ketika kita mendesain sebuah blog maka sesekali Anda mencoba menjadi pembaca dari blog itu, apakah Anda tertarik dengan apapun yang ada ditulis dalam blog tersebut atau tidak, bahkan tidak ada salahnya jika daya tarik dalam blog Anda itu adalah Anda sendiri, bisa jadi misalnya yang jadi blogger adalah Mas Pri GS (budayawan) pasti yang menarik adalah apa yang ada di diri Mas Prie yang suka nyentil dan daya humor cerdasnya, atau yang jadi blogger adalah Agnes Davonar, yang terjadi akan tetap sama yaitu menarik dan lepas dari seprti apa tampilan blog itu. Intinya, seidkit poengetahuan yang saya tahu klita harus “mendesain” sebuah blog dengan halaman utama yang menarik pembaca untuk blogwalking di blog Anda tersebut.
Yap, sekarang marilah kita membuat sebuah kemasan yang menarik untuk pembaca yang berkunjung di blog kita. Selamat ngeblog buat blogger Indonesia.
:tumb:
Di Indonesia ada ngga ya semacam konsultan user-testing untuk Web usability gitu?
ada mas, tapi kelasnya udah konsultan gitu..
coba kunjungi http://inixindo.com/.. tapi kalo web pribadi saya rasa kurang pas untuk dilakukan test,.