Pendidikan di Mataku

11 September 09

duritajam.web.id.Suatu sore saya pergi untuk mengajar privat matematika di wilayah Sampangan Semarang. Seperti jadwal biasa saya kesana, masuk rumah langsung nemui murid di kamarnya untuk belajar, tapi di ruang tamu ada yang mengganjal mata saya, yap sebuah buku review Laskas Pelangi. Sungguh menggoda desainnya merah muda yang agak tua khas sampul novel karya Andrea Hirata.
Ku buka suatu halaman dan tertulis disana “Pendidikan yang baik itu bukan untuk membuat peserta didik tahu akan semua hal, tapi membuat peserta didik memiliki semangat belajar dan haus akan ilmu pengetahuan” Sudahkan pendidikan kita saat ini seperti itu? adakah satu peserta didik yang belajar di sekolah dengan “knowledge oriented” bukan dengan “mark oriented” ? masih adakah yang bisa belajar seperti semangat anak-anak di Laskar Pelangi? ya tentu masih ada… tapi dimana?
Belajar memang tak harus berangkat jam 07.00 dan pulang jam 13.30 bukan, bukan seperti itu.. dan ketika orang tua dengan bangga karena anaknya mendapat rangking 1 tapi tak tahu prosesnya mengapa anak itu mendapatkannya juga sebaliknya mereka marah ketika anaknya mendapatkan nilai jelek padahal anak tersebut mampu untuk bermain musik dengan baik atau olahraga yang menonjol. Semua harus dipandang dengan berbagai sisi dan saya yakin tak semua sisi dari anak-anak kita tersebut memiliki potensi.
Dari hal tersebut saya ingin sampaikan adalah :

  1. Pendidikan bukan paksaan dan bukan seragam militer yang harus dipakai tepat pada waktu dan jadwalnya
  2. Pendidikan adalah proses dan stimulus untuk peserta didik agar haus akan ilmu
  3. Pendidikan tak mengenal umur sama seperti halnya belajar
  4. Pendidikan formal itu bagus tapi tak harus dipakai
  5. Ijasah adalah selembar kertas yang harus dijaga namun tak harus dimiliki.

Sekian celoteh saya.. banyak yang tidak pas untuk orang lain.

Tinggalkan Balasan