Guru Tak Boleh Labil Apalagi Galau

5 Januari 12

Generasi galau yang menyerang dunia maya karena mereka tak tahu apa sebenarnya arti kata galau, ya begitulah inti kalimat dalam tuit Mbah Sudjiwotedjo dalam akun twitternya @sudjiwotedjo.
Menelisik dengan sedikit tuit tersebut saya teringat akan teman-teman saya yang ada di dalam kontak blackberry, sebagian dari mereka adalah dari kalangan guru bahkan guru SD (kenapa saya menambahkan “bahkan guru SD” ? nanti akan ada jawaban di tulisan ini).
Dalam kamus besar bahasa indonesia kata galau berarti sibuk beramai-ramai; ramai sekali; kacau tidak keruan (pikiran);  berarti galau itu terjadi dalam sebuah hiruk pikuk seharusnya. Tapi entah darimana kata itu cukup populer akhir-akhir ini di kalangan remaja bahkan yang sudah beranjak dewasa.

guru-kok-galau
Kredit Gambar: sxc.hu

Guru Labil

Nah, sekarang daya akan membahas mengenai daftar kontak di blackberry saya yaitu ada beberapa guru sekolah yang sering memasang avatar maupun status yang sangat labil untuk ukuran seorang guru. Kadang memasang gambar yang fullgar, menulis status yang mencercau dan memojokkan seseorang atau berkeluh kesah dengan sangat berlebihan.
Bukankah seoarang guru harus menjaga imagenya di depan murid bahwa dia adalah sosok yang kuat dan patut diteladani? bukan sosok yang labil dan suka bergalau-galau.

OK.. mungkin mereka menganggap bahwa tak ada satupun anak didik mereka yang tahu tentang apa yang mereka keluh kesahkan dalam status namun cepat atau lambat pasti bisa bocor alhasil martabat anda sebagai guru akan terinjak karena ulah anda sendiri yang labil di dunia maya. Mereka bisa tahu dari beberapa kemungkinan, misalnya orang tuanya adalah teman anda dan ada dalam kontak ponsel anda itu, atau mereka sudah bisa buka twitter dan menemukan akun anda disana dan masih banyak kemungkinan yang lain. Tak ada salahnya anda labil dan menggunakan kegalauan tapi harus tahu tempat dan waktu untuk meminimalisasi anak didik bisa mengetahuinya.

Seorang guru memang makan ati.. kenapa? ya karena menjaga image sebagai teladan tadi. Menurut saya dengan membiasakan diri bersikap normal dan wajar tak labil apalagi suka galau.
Tahan perkembangan anak dalam usia SD menurut Piaget adalah tahap operasional konkret yaitu anak mulai berpikir secara logis tentang kejadian-kejadian konkret dan akan cenderung menjadikan sosok idolanya untuk ditiru, dan apa yang terjadi saat sosok idolanya adalah guru kelasnya?
Selamat bagi guru Indonesia…

7 responses to “Guru Tak Boleh Labil Apalagi Galau”

  1. guruPhysics mengatakan:

    guru = digugu yen ORA keliru, guru bukan dewa dan harusnya murid sadar akan hal itu

  2. kimbut mengatakan:

    guru kencing berdiri, murid kencing naik motor wkwkwk..

  3. Andreas mengatakan:

    Kalau guru labil, siswa kayak mana Bang?

  4. Vivian mengatakan:

    Semoga selalu memberi informasi yang berkwalitas, cerdas dan aktual. Sebagai pembaca, kami sangat mendukung kehadiran anda di dunia internet, sebagai referensi website yang memberi banyak manfaat bagi kita. http://ow.ly/xnvZD

  5. Lasonya mengatakan:

    websitenya bagus, postinganya juga melilit. sangat berarti bagi hadirin http://https://zep.li/sepatu_182875

  6. Launa mengatakan:

    That is a great tip especially to those new to the blogosphere. Simple but very precise info… Appreciate your sharing this one. A must read article! http://zpib.com/tiket_pesawat_murah_776370

  7. Leslie mengatakan:

    informasinya yang berharga sekali http://fwdurl.net/Blog794451

Tinggalkan Balasan