Anda pasti sering melihat televisi dan salah satunya menyangkut iklan mylanta yang versi guru sakit mag dan terancam gagal ulangan. Bagaimanakah ekspresi para siswa saat salah satu temannya bilang kalau gagal ulangan? Mereka begitu senang dan apa yang terjadi setelah ternyata guru mereka datang karena sudah sembuh dari sakit magnya.
Disinilah ada sedikit yang salah dengan pendidikan kita, sejak SD kita selalu diberi momok bahwa tujuan kita adalah lulus dari test atau ujian dan ini yang membuat pedidikan semakin tidak sehat, siswa hanya dituntut untuk menjadi pintar saat mengerjakan ujian saja dan bagaimanakah hasil setelah ujian usai? Ya tentu saja tak banyak dari siswa yang mampu mengingat apa yang mereka pelajari. Merebaknya bimbingan test atau bimbingan belajar merupakan indikasi bahwa ujian adalah tujuan dari setiap sekolah, bahwa ujian adalah inti dari proses belajar kita, juga mengindikasikan bahwa siswa tidak nyaman untuk belajar di sekolah sehingga mencari tambahan pengertian materi di lingkungan lain.
Saya tidak mengatakan evaluasi dalah bentuk ujian di dalam dunia pendidikan kita itu tidak bagus untuk diselengarakan tapi kita harus mencari metode bahwa ujian bukanlah tujuan akhir tapi belajarlah tujuan akhirnya, yaitu menjadi manusia yang setingkat lebih maju, lebih arif dan memiliki perubahan tingkah laku ke arah yang lebih baik. Nah, sekarang bagaimanakah solusinya? solusinya tidak semudah menkonversi bahan bakar minyak tanah menjadi gas tetapi akan lebih rumit karena harus memutar mainstream masyarakat untuk berfikir bahwa pendidikan itu adalah sarana yang diberikan pemerintah untuk belajar bukan suatu proses untuk mencapai lulus ujian salam setiap jenjang. Memberikan pengertian yang kokoh kepada setiap orang tua untuk menitipkan anaknya dengan sepenuh hati dan jangan lupa pula tentang kualitas guru yang seharusnya sudah terpercaya dengan adanya sertifikasi bukan mundur karenanya, juga mengubah rapor siswa menjadi lebih baik bukan sebuag lembaran kertas yang menghakimi para penerimanya. Seumpamanya rapor berisi catatan tentang kesulitan siswa itu sendiri dalam menerima materinya. Intinya, kurangi pencekokan bahwa tujuan belajar di sekolah adalah untuk lulus ujian dan inilah yang paling utama.
Semoga pendidikan kita semakin maju dan mampu mengubah manusia-manusia Indonesia menjadi lebih bertaggungjawab terhadap negara, alam dan sesama.
Hmmmm…. Bener banget, seolah-olah proses itu gak penting ya, merebaknya bimbingan belajar merupakan hasil dari sebuah sistem dan kerikulum pendidikan yang dapat dikatakan kurang bagus.
dan mereka para pelajar bangga kalo bisa les di bimbel yang mahal…
Itulah kelebihan Dunia Pendidikan Indonesia,
Iklan Mizone yang ada polantasnya langsung di Ganti dengan “Tukang Parkir”, karena Polri merasa “terhina” oleh tingkah oknum polantas di iklan tersebut yang Asyik berjoget ria dalam Dinas…
Tapi kenapa Menteri Pendidikan tidak pernah “Buka Mata” terhadap Pendidikan Moral Anak SMU di Iklan Mylanta tersebut….?
Itu murni pandangan saya, jadi kalo Menteri Pendidikan tidak buka mata dengan adanya iklan mylanta mungkin ada pertimbangan lain, atau malah sudah melakukan tindakan yang kita sendiri tak tahu..